Ingin punya anak?

Seorang wanita PIII AII, 42 tahun, riwayat seksio sesarea anak ketiga karena partus tak maju, dengan mempunyai penyakit hipertensi kronik, datang kontrol di poli kandungan setelah menjalani kuretase atas indikasi abortus inkompletus 1 bulan yang lalu. Si ibu datang dengan maksud "meminta obat penyubur kandungan" karena masih ingin punya anak lagi … dimana beliau belum mempunyai anak laki – laki. Ditambah lagi embel – embel "jamkesmas" pada kartu kontrolnya …. ???

Saya jadi berpikir …. sebegitu berartikah jenis kelamin anak itu? … anak – anakku pun perempuan semua :P. Apakah yang harus kulakukan dengan si ibu ini?

Memang keinginan punya anak adalah hak asasi setiap manusia …. bahkan kewajiban untuk menyambung generasi. Tetapi dengan sebegitu banyaknya faktor risiko yang ada pada dirinya …. apakah selayaknya aku menurutinya?

Kalo kita review ulang … memang dengan memberikan obat penyubur untuk seseorang berusia kepala empat seperti beliau sangat kecil keberhasilannya … tetapi jika berhasil … bagaimana dengan risiko – risiko yang akan dialami si ibu dan janin-nya.

 

Ok … mari kita ulas jika si ibu ini berhasil hamil. Risiko selama kehamilan yang mungkin dia alami :

  • saat hamil muda : dengan usia tua, hipertensi, maka risiko keguguran pun sangat besar
  • saat hamil tua : risiko terjadi peningkatan tekanan darah dengan meningkatnya umur kehamilan pun besar, apalagi risiko terjadi preeklampsia yang jelas akan meningkatkan morbiditasnya. Riwayat bekas operasi SC akan meningkatkan risiko ruptur spontan selama kehamilan meningkat tua.

 

Bagaimana persalinannya … yang jelas akan lebih membuat kita was -was.

  • dengan usia tua, sering terjadi inertia uteri, pada akhirnya membutuhkan obat pacu yang berisiko ruptur. belum lagi seringnya terjadi retensio plasenta, risiko atonia uteri yang akan berakibat "berdarah – darah" yang mengancam jiwa.
  • dengan hipertensi, apalagi dengan riwayat bekas operasi SC sebelumnya, membutuhkan tindakan peringan kala 2 untuk membantunya dan meningkatkan kemungkinan diakhiri dengan operasi kembali.
  • kalau dilakukan operasi kembali, bagaimana keadaan jantungnya? bagaimana dengan perlengketan bekas operasi terdahulu, dan kemungkinan atonia yang besar … akan membuat kita ekstra deg – degan.

 

Risiko terhadap janin :

  • usia ibu yang tua akan meningkatkan kejadian cacat kongenital pada janin yang dikandungnya.
  • Hipertensi pada ibu meningkatkan kejadian IUGR pada janin.
  • Tindakan yang mungkin dilakukan selama persalinan, akan meningkatkan morbiditas bayi baru lahir.

 

Dengan segala risiko yang mungkin terjadi, apakah sewajarnya jika kita memberikan penyubur padanya? apalagi mengingat label jamkesmas … bukannya mau diskriminatif …. tapi dengan status miskin yang disandangnya … apakah selayaknya ditambah beban satu orang anak lagi. Apalgi dengan kemungkinan2 yang bisa terjadi seperti diatas …. berapa beban pemerintah yang harus diberikan?

Kuberikan edukasi seperti diatas-pun si ibu tetap keukeuh dengan pendirian untuk mempunyai anak lagi, dengan pathokan banyak orang seusia dia di daerahnya yang hamil dengan selamat.

 

9 Desember 2009

Stase Obsos / RSU Kartini Jepara

Bookmark and Share
  • lucky
    bener2 grey area boss...... abis baca pun saya jadi bingung mau ngasih decision apa ke ibunya...... mudah2an dengan edukasi yang cukup ibunya mau ngerti resiko2 yang dihadapi........
  • phiet
    edukasi terus pak dokter..  demi kebaikan si ibu... secara resikonya gede banget dok.. libatkan juga keluarganya  biar kalo si ibunya ngeyel aja siapa tau bapaknya bisa ngerti dan memberikan pengertian pd si istri..
blog comments powered by Disqus
line
footer