Deviant Logo

Ekstraksi forceps atas indikasi ekstraksi vakum gagal, adakah?

post details top
Dec 9th, 2009
post details top

Pada operative vaginal delivery, baik ekstraksi vakum maupun ekstraksi forceps untuk penanganan partus macet, ibu yang tidak bisa mengejan, ibu yang kelelahan …. kadang – kadang gagal untuk melahirkan bayi.

Secara umum, ekstraksi vakum dikatakan gagal jika 3 kali tarikan bersamaan dengan kontraksi bayi belum lahir, 3 kali cup vakum terlepas dan 30 menit bayi belum lahir …. tergantung mana yang lebih dulu dicapai. Sedangkan ekstraksi forceps dikatakan gagal jika kedua forceps tidak bisa terkunci, traksi percobaan gagal / kepala tidak tertarik, dan 3 kali tarikan bayi belum lahir … sebenarnya yang terakhir kebangetan jika forceps sudah terpasang dengan baik dan traksi percobaan berhasil, pastinya tidak ada CPD … dengan tarikan yang benar harusnya bayi bisa dilahirkan.

Ada konsultan saya yang bilang, bahwa tidak selayaknya ekstraksi vakum dan ekstraksi forceps menemui kegagalan asal kita bisa menilai kondisi parturien. Ekstraksi vakum dan forceps gagal …berarti kita tidak bisa menilai kondisi awal … kata beliau.

Seharusnya setiap kegagalan yang terjadi setelah ekstraksi vakum maupun ekstraksi forceps, akan dilakukan seksio sesarea untuk menyelamatkan bayi dan ibu. Nah, bagaimana jika kepala sudah di hodge IV, kaput sudah diluar vulva, tapi gak mau lahir juga hingga cup vakum terlepas 3 kali …. mungkin anda mengatakan "masak sih gak bisa lahir?" tapi suatu saat anda akan menjumpainya. Atau bagaimana jika kejadiannya saat kepala sudah hodge IV, fetal distress deselerasi, sedangkan respon time dari team operasi lebih dari 30 menit … apakah anda akan menunggu untuk memaksakan SC?

Belum lagi saat pelaksanaan SC dengan kepala yang sudah didasar panggul … betapa sulitnya untuk meluksir kepala keluar pelvis … dijamin tangan anda pegal seminggu :D. Juga memudahkan robek ujung irisan sampai ke samping rahim, silahkan bayangkan perdarahan cabang2 arteri uterina. Dengan menunggu, kemungkinan bayi lahir dalam kondisi semakin jelek semakin besar.

So …. apakah salah jika vakum gagal dengan kondisi seperti diatas saya lanjutkan dengan ekstraksi forceps???  Tujuannya demi kebaikan janin, mungkin dengan mempercepat kelahiran, kemungkinan tertolong lebih besar.

Disaat teman sejawat lain banyak yang menghindari forceps, saya malah suka untuk melatih skill tersebut ;)… mungkin hanya karena saya suka sesuatu yang beda dengan orang lain ^_^  …  tapi juga melihat perbandingan keuntungan dan kerugian ekstraksi vakum vs forceps juga. Walaupun kadang memang ku dibuat panik dengan dalam dan panjangnya laserasi yang ditimbulkannya.

Memang, yang paling tepat adalah : jangan melakukan ekstraksi vakum atau forceps jika ragu – ragu akan keberhasilannya. Kata Rosulullah … tinggalkan hal yang meragukan. Tapi kita hanyalah manusia yang penuh keterbatasan, suatu saat kita akan menjumpai hal seperti ini. Prepare your self!

 

9 Desember 2009 – Stase Obsos RSU Kartini Jepara

Bookmark and Share
blog comments powered by Disqus

Search

Grey Zones in Ob/Gyn on Facebook