Blighted ovum : sebuah kehamilan “kosong”
Oct 12th, 2009
Sebuah Blighted Ovum (kehamilan kosong) merupakan salah satu jenis keguguran yang terjadi pada awal kehamilan. Disebut juga anembryonic pregnancy, blighted ovum terjadi ketika telur yang dibuahi berhasil melekat pada dinding rahim, tetapi tidak berisi embrio, hanya terbentuk plasenta dan kulit ketuban. Sebagian besar kasus Blighted Ovum akan dikeluarkan secara alamiah, tetapi kadang-kadang jaringan dalam rahim memerlukan tindakan medis.
Blighted Ovum umum terjadi pada kehamilan. Bahkan, terjadi sedikitnya 60% dari semua keguguran dari setiap trimester kehamilan. Namun, karena BO terjadi sangat awal, banyak wanita tidak menyadari bahwa mereka sedang hamil ketika mereka menderita Blighted Ovum. Akibatnya banyak wanita tidak sadar akan kondisinya.
Penyebab Blighted Ovum
Kadang-kadang Blighted Ovum disebabkan rendahnya kadar hormon dalam tubuh, akan tetapi penyebab utama kondisi ini nampaknya karena faktor kromosom. Blighted Ovum terjadi ketika kromosom – kromosom yang membentuk janin rusak atau terganggu, mengakibatkan kerusakan genetik yang parah. Kemudian tubuh anda mengenali abnormalitas kromosom ini dan secara alami berusaha untuk mengakhiri kehamilan.
Siapa yang mempunyai risiko mengalami blighted ovum?
Setiap pasangan dapat mengalami jenis keguguran yang satu ini. Risiko Anda untuk mengalami keguguran pada umumnya bertambah dengan bertambahnya usia (hal ini dikarenakan kualitas sel telur menurun dengan bertambahnya usia). Namun, umur tidak dapat dijadikan indikator seseorang akan menderita BO.
Tanda-tanda blighted ovum
Sebagian besar wanita yang menderita Blighted Ovum sering tidak menyadari bahwa mereka hamil pada saat itu. Gejala dapat ringan atau bahkan tidak ada. Seringkali wanita terlambat haid dan hasil tes urin positif, kehamilan berjalan normal sampai kemudian secara tidak sengaja diketahui bahwa kehamilan kosong saat pemeriksaan USG oleh spesialis kandungan saat usia kehamilan lebih dari 8 minggu. Wanita yang mendapatkan tes kehamilan positif kemungkinan akan mengalami dari gejala umum kehamilan biasa, kemudian dapat timbul gejala tidak khas yaitu :
- perdarahan spotting coklat kemerah-merahan
- kram perut
- bertambahnya ukuran rahim yang lambat
Diagnosis Blighted Ovum
Satu-satunya cara untuk memastikan diagnosa Blighted Ovum adalah melalui pemeriksaan USG. USG abdominal atau transvaginal akan mengungkapkan ada tidaknya janin yang berkembang dalam rahim Anda.
Apabila anda menderita kehamilan kosong
Seperti halnya dengan semua keguguran, kadang – kadang sangat sulit untuk menghadapi Blighted Ovum. Anda mungkin mengalami perasaan marah, khawatir, atau menyesal, atau bahkan Anda mungkin menyalahkan diri sendiri untuk apa yang telah terjadi. Adalah penting untuk diyakini bahwa tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mencegah keguguran jenis ini. Anda mungkin akan membutuhkan waktu dan memerlukan beberapa dukungan. Bicaralah kepada suami, keluarga, atau teman untuk memberikan dukungan yang Anda butuhkan.
Bagi dokter sendiri, menghadapi suatu kasus blighted ovum kadang – kadang menjadi sesuatu yang sangat dilematis, terutama pada ibu yang sangat menginginkan kehamilannya. Hal ini disebabkan pemeriksaan USG yang masih mempunyai angka kesalahan terkait resolusinya. Kemudian kehamilan itu sendiri sangat individual, pada kebanyakan wanita embrio akan dapat terlihat dengan USG standar pada usia kehamilan 5 minggu, kadang – kadang pada seseorang baru terlihat setelah 8 minggu. Sehingga apabila kami menemukan hasil USG kehamilan kosong yang apabila dikonfirmasi dari perhitungan USG taksiran umur kehamilan masih kurang dari 8 minggu, atau kondisi kantong kehamilan masih baik, dinding rata, bentuk teratur, maka kami akan kami akan menyarankan kepada pasien untuk konservatif terlebih dahulu dengan pemberian preparat progesteron, kemudian dilakukan evaluasi USG setelah 2 minggu dengan harapan perdarahan berhenti dan embrio dapat tumbuh. Namun yang harus diperhatikan apabila dengan terapi konservatif terjadi perdarahan banyak sebelum 2 minggu maka evaluasi harus dilakukan lebih cepat.
Apakah Anda sebaiknya menunggu terjadi keguguran spontan?
Banyak dokter menganjurkan kepada pasien untuk menunggu terjadinya keguguran spontan. Walaupun hal ini akan mencegah anda mengalami prosedur operasi yang invasif, akan tetapi dapat mengganggu emosi dan menyakitkan hati untuk menunggu sampai terjadi keguguran alami. Untuk alasan ini, kebanyakan wanita memilih untuk menjalani dilatasi dan kuretase (D & C) untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim mereka.
Dilatasi dapat dilakukan dengan beberapa cara namun kami lebih senang memakai cara pemberian obat derivat prostaglandin melalui bawah lidah malam sebelum dilakukan tindakan. Saat kuretase, sebuah instrumen berbentuk sendok kemudian digunakan untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim. Prosedur ini dilakukan di bawah anestesi oleh dokter yang berkompetensi.
Kehamilan selanjutnya : Apakah anda harus khawatir?
Sebagian besar wanita yang menderita Blighted Ovum mendapatkan kehamilan sehat di masa depan. Meskipun ada kemungkinan untuk menderita abortus/keguguran berulang, ini sangat dimungkinkan ada beberapa penyebab/masalah reproduksi. Untuk memberikan waktu tubuh Anda untuk normal kembali, disarankan menunggu satu sampai tiga siklus haid sebelum mencoba untuk hamil kembali. Gunakan kontrasepsi selama waktu tersebut untuk mencegah kehamilan terlebih dahulu.
Jika Anda telah mengalami lebih dari dua kali keguguran berurutan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan spesialis kandungan/ahli reproduksi. Anda atau pasangan Anda mungkin menderita suatu masalah yang mengganggu kehamilan, sehingga diperlukan pemantauan dan terapi khusus yang dapat membantu Anda untuk mencegah keguguran selanjutnya dan membawa kehamilan sampai genap bulan.
Untuk temanku di Surakarta


