Blighted ovum : sebuah kehamilan “kosong”

Sebuah Blighted Ovum (kehamilan kosong) merupakan salah satu jenis keguguran yang terjadi pada awal kehamilan. Disebut juga anembryonic pregnancy, blighted ovum terjadi ketika telur yang dibuahi berhasil melekat pada dinding rahim, tetapi tidak berisi embrio, hanya terbentuk plasenta dan kulit ketuban. Sebagian besar kasus Blighted Ovum akan dikeluarkan secara alamiah, tetapi kadang-kadang jaringan dalam rahim memerlukan tindakan medis.

Blighted Ovum umum terjadi pada kehamilan. Bahkan, terjadi sedikitnya 60% dari semua keguguran dari setiap trimester kehamilan. Namun, karena BO terjadi sangat awal, banyak wanita tidak menyadari bahwa mereka sedang hamil ketika mereka menderita Blighted Ovum. Akibatnya banyak wanita tidak sadar akan kondisinya.

 

Penyebab Blighted Ovum

Kadang-kadang Blighted Ovum disebabkan rendahnya kadar hormon dalam tubuh, akan tetapi penyebab utama kondisi ini nampaknya karena faktor kromosom. Blighted Ovum terjadi ketika kromosom – kromosom yang membentuk janin rusak atau terganggu, mengakibatkan kerusakan genetik yang parah. Kemudian tubuh anda mengenali abnormalitas kromosom ini dan secara alami berusaha untuk mengakhiri kehamilan.

 

Siapa yang mempunyai risiko mengalami blighted ovum?

Setiap pasangan dapat mengalami jenis keguguran yang satu ini. Risiko Anda untuk mengalami keguguran pada umumnya bertambah dengan bertambahnya usia (hal ini dikarenakan kualitas sel telur menurun dengan bertambahnya usia). Namun, umur tidak dapat dijadikan indikator seseorang akan menderita BO.

 

Tanda-tanda blighted ovum

Sebagian besar wanita yang menderita Blighted Ovum sering tidak menyadari bahwa mereka hamil pada saat itu. Gejala dapat ringan atau bahkan tidak ada. Seringkali wanita terlambat haid dan hasil tes urin positif, kehamilan berjalan normal sampai kemudian secara tidak sengaja diketahui bahwa kehamilan kosong saat pemeriksaan USG oleh spesialis kandungan saat usia kehamilan lebih dari 8 minggu. Wanita yang mendapatkan tes kehamilan positif kemungkinan akan mengalami dari gejala umum kehamilan biasa, kemudian dapat timbul gejala tidak khas yaitu :

  • perdarahan spotting coklat kemerah-merahan
  • kram perut
  • bertambahnya ukuran rahim yang lambat

 

 

Diagnosis Blighted Ovum

 

 

Satu-satunya cara untuk memastikan diagnosa Blighted Ovum adalah melalui pemeriksaan USG. USG abdominal atau transvaginal akan mengungkapkan ada tidaknya janin yang berkembang dalam rahim Anda.

 

Apabila anda menderita kehamilan kosong

Seperti halnya dengan semua keguguran, kadang – kadang sangat sulit untuk menghadapi Blighted Ovum. Anda mungkin mengalami perasaan marah, khawatir, atau menyesal, atau bahkan Anda mungkin menyalahkan diri sendiri untuk apa yang telah terjadi. Adalah penting untuk diyakini bahwa tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mencegah keguguran jenis ini. Anda mungkin akan membutuhkan waktu dan memerlukan beberapa dukungan. Bicaralah kepada suami, keluarga, atau teman untuk memberikan dukungan yang Anda butuhkan.

Bagi dokter sendiri, menghadapi suatu kasus blighted ovum kadang – kadang menjadi sesuatu yang sangat dilematis, terutama pada ibu yang sangat menginginkan kehamilannya. Hal ini disebabkan pemeriksaan USG yang masih mempunyai angka kesalahan terkait resolusinya. Kemudian kehamilan itu sendiri sangat individual, pada kebanyakan wanita embrio akan dapat terlihat dengan USG standar pada usia kehamilan 5 minggu, kadang – kadang pada seseorang baru terlihat setelah 8 minggu. Sehingga apabila kami menemukan hasil USG kehamilan kosong yang apabila dikonfirmasi dari perhitungan USG taksiran umur kehamilan masih kurang dari 8 minggu, atau kondisi kantong kehamilan masih baik, dinding rata, bentuk teratur, maka kami akan kami akan menyarankan kepada pasien untuk konservatif terlebih dahulu dengan pemberian preparat progesteron, kemudian dilakukan evaluasi USG setelah 2 minggu dengan harapan perdarahan berhenti dan embrio dapat tumbuh. Namun yang harus diperhatikan apabila dengan terapi konservatif terjadi perdarahan banyak sebelum 2 minggu maka evaluasi harus dilakukan lebih cepat.

 

Apakah Anda sebaiknya menunggu terjadi keguguran spontan?

Banyak dokter menganjurkan kepada pasien untuk menunggu terjadinya keguguran spontan. Walaupun hal ini akan mencegah anda mengalami prosedur operasi yang invasif, akan tetapi dapat mengganggu emosi dan menyakitkan hati untuk menunggu sampai terjadi keguguran alami. Untuk alasan ini, kebanyakan wanita memilih untuk menjalani dilatasi dan kuretase (D & C) untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim mereka.

Dilatasi dapat dilakukan dengan beberapa cara namun kami lebih senang memakai cara pemberian obat derivat prostaglandin melalui bawah lidah malam sebelum dilakukan tindakan. Saat kuretase, sebuah instrumen berbentuk sendok kemudian digunakan untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim. Prosedur ini dilakukan di bawah anestesi oleh dokter yang berkompetensi.

 

Kehamilan selanjutnya : Apakah anda harus khawatir?

Sebagian besar wanita yang menderita Blighted Ovum mendapatkan kehamilan sehat di masa depan. Meskipun ada kemungkinan untuk menderita abortus/keguguran berulang, ini sangat dimungkinkan ada beberapa penyebab/masalah reproduksi. Untuk memberikan waktu tubuh Anda untuk normal kembali, disarankan menunggu satu sampai tiga siklus haid sebelum mencoba untuk hamil kembali. Gunakan kontrasepsi selama waktu tersebut untuk mencegah kehamilan terlebih dahulu.

Jika Anda telah mengalami lebih dari dua kali keguguran berurutan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan spesialis kandungan/ahli reproduksi. Anda atau pasangan Anda mungkin menderita suatu masalah yang mengganggu kehamilan, sehingga diperlukan pemantauan dan terapi khusus yang dapat membantu Anda untuk mencegah keguguran selanjutnya dan membawa kehamilan sampai genap bulan.

 

Untuk temanku di Surakarta

Bookmark and Share
  • 2umilabina2
    dalam waktu sekitar 7 bulan ini, saya sudah hamil 2 kali dan dua-duanya janin yg ada dalam rahim sy tidak berkembang (BO), sehingga sy hrs dikuret. pada kehamilan pertama memang dr hasil USG pada usia 3 bulan tidak ditemukan embrio. tp di kehamilan ke-2 pada USG usia 8 mg ada embrio di dalam kantung dan terlihat berdenyut. saya pun merasa ada harapan pada kehamilan yg ke2 ini. tp memasuki usia 11 minggu lagi2 saya mengalami flek yang setelah di USG ternyata embrio sy tdk berkembang lagi. dengan dua kasus di atas, apakah dua2 nya BO? karena menurut sy sdr sbg orang awam pada kehamilan kedua kan sdh ada embrionya? Kr apa yg terjadi pada tubuh sy, krn br besok sy akan melakukan tes lab
  • drnyol
    Blighted ovum diartikan adanya kantong kehamilan dengan tanpa disertai pertumbuhan bakal janin, sedangkan missed abortion adalah terhentinya kehamilan / kematian janin didalam rahim sebelum usia 20 minggu. Pada kasus anda yang kedua mungkin itu kasus missed abortion .... memang BO dan Missed Ab pengelolaannya sama yaitu dilatasi dan kuretase.
    Untuk kasus keguguran berulang (reccurrent miscarriage) anda bisa baca artiikel saya tentang "Kenapa saya mengalami keguguran berulang?" di http://drnyol.info/obgyn-grey-zone/in-gynecolog...
  • Inti jawaban tetap seperti diatas, mungkin saja usia kehamilan 7 minggu, tetapi bentuk kantong kehamilan sudah tak beraturan. Mungkin juga anda tidak menyadari yang anda anggap haid ternyata perdarahan bercak karena penempelan hasil pembuahan ke endometrium, artinya mungkin haid terakhir anda sudah lebih dari 7 minggu yg lalu. Setiap dokter yang telah mengambil suatu diagnosis, berarti harus bisa mempertanggungjawabkannya sesuai sumpah dokternya, jadi kalo memang beliau sudah mengatakan BO, berarti seharusnya tidak akan bisa berkembang lagi ... :-)
  • SUSAN
    saya sudah didiagnosa dokter BO, sementara usia kehamilan saya masih 7 minggu, dan belum ada gejala2 BO ( Flek darah, dsb ).. dokter memberikan obat untuk menggugurkan janin, apakah hal ini tdk terlalu terburu...? apakah embrio masih ada kemungkinan untuk berkembang...?
  • yah ... masing - masing dokter mempunyai teori, cara, dan tehnik tersendiri dalam menangani pasien karena sumber ilmunya berbeda - beda. Saya mempunyai artikel di blog lama tentang usg kehamilan sayang belum sempat merecover. So ini saya kasih link sumbernya saja untuk anda baca http://www.ob-ultrasound.net/</p>

    Berdasarkan teori, memang seharusnya embrio sudah terlihat dengan USG Transvaginal (TVS) sejak 5,5 minggu jadi mungkin benar dokter anda mengambil decision. Tetapi yang sering kami lakukan disini adalah tidak cepat2 mengambil keputusan, apalagi terhadap pasien yang sangat mengharapkan kehamilannya. Toh dengan menunggu 2 minggu pun saya yakin tidak ada bahaya yang berarti yg dapat mengancam jiwa, mungkin pada akhirnya terjadi perdarahan, tetapi saya pikir asal cepat ditangani takkan membahayakan. Yang perlu dilihat pula adalah diameter kantong kehamilan / gestational sac (GS), kami memakai patokan 3 cm, jika sudah >3 cm kami baru katakan itu Blighted Ovum (BO). Juga bagaimana tepi / dinding GS itu, jika masih ada gambaran double ring, tepi rata kami masih coba pertahankan. Tetapi jika sudah tidak rata, bentuk GS tak beraturan kami katakan itu BO. Pada beberapa pasien yang saya jumpai, walaupun tidak banyak, bahkan pernah saudara saya sendiri, pada usia 3 bulan GS > 3 cm belum kelihatan Fetal plate (FP) ataupun embrio, hanya masih kelihatan yolk sac yang berdenyut, karena tak ada perdarahan sama sekali, saya ulang 2 minggu kemudian embrio sudah besar.


    Jadi keputusan ada pada anda, saya tidak bisa mengatakan saya yang benar atau malah saya yang terlalu ambil risiko untuk menunggu, dokter pasti mempunyai keyakinan tersendiri dalam mengambil keputusan terbaik terhadap pasiennya.

  • fitria hancock
    saya memasuki kehamilan 6w6d minggu,dan docter mendiagnosis saya blighted ovum.karna waktu di USG,and USG transvaginal maupun di ultrasound.tidah ada janin di kantong rahim saya begitu pula detak jantung nya.saya disarankan untuk D&C or menunggu keguguran alami.apa diagnosis ini tidak terlalu cepat dan terburu buru,mengingat sy baru memasuki kehamilan 6w6d,docter menyaran kan untuk menunggu sampai kehamilan saya 8 minggu untuk melakukan USG ulang,dan memutuskan tindakan selanjutnya.
blog comments powered by Disqus
line
footer